
Tidur di Box Bayi atau Tidur Bersama (Co. Sleeping)?
Untuk orang tua yang baru pertama kali memiliki anak, salah satu pertanyaan yang paling membingungkan adalah di mana si bayi tidur. Pilihannya ada 2. Tidur di kasur bersama ibunya, atau tidur sendiri di box bayi (cribs/baby box). Hmm, gimana ya enaknya? Yuk disimak artikelnya, karena sewaboxbayi.com akan mengupas kelebihan dan kekurangan tidur bersama atau tidur di baby box.
Box Bayi vs. Tidur Bersama
Faktor yang paling diunggulkan oleh pihak pro box bayi adalah keamanan (safety), sementara factor yang paling diunggulkan oleh pihak pro co. sleeping adalah kebersamaan (bonding). Tentu tidak ada cara yang paling tepat dalam hal ini. Tidak ada “salah” atau “benar”. Hanya ada “pro” atau “kontra”.
Safety.
Di Negara maju, tidur bersama dianggap “tidak bertanggung jawab”. Di sana, anak diajarkan mandiri bahkan sejak kecil, dibiasakan makan sendiri (tidak disuapi seperti di Indonesia), bahkan dibiasakan untuk tidur sedini mungkin; Lebih lanjut akan dibahas di artikel sewa box bayi selanjutnya. Tunggu ya. Mereka menganggap, dengan membiarkan bayi tidur bersama ibunya, akan membuat si anak terlalu bergantung, dan akhirnya sulit meninggalkan kebiasaan tidur bersama hingga besar nanti.
Di tahun 2005, AAP (American Academy of pediatrics) memberi peringatan bahwa Tidur Bersama (Co. Sleeping) memiliki keterkaitan besar dengan SIDS ( Sudden Infant Death Syndrome). “Tidak ada jaminan, bahwa Tidur Bersama (Co. Sleeping) bisa dilakukan dengan aman”, kata John Kattwinkel, M.D. Chairperson AAP’s Task Force on SIDS.
Di Indonesia, hal ini tentu tidak mendapat perhatian khusus, terlebih lagi karena sebagian besar orang tua masih membiasakan tidur bersama dengan anak. Box bayi biasanya hanya dipakai kalau ada tamu yang mau melihat si kecil di rumah. :D. Baru sebagian kecil orang tua yang menggunakan box bayi karena alasan keamanan.
Bonding
Di sisi lain, terutama di Negara berkembang, bayi selalu disarankan tidur dengan orang tuanya. Hal ini untuk membentuk ikatan / Bonding antara ibu dan anak, dan bayi akan merasa lebih aman jika dapat tidur bersama ibunya. Seorang anthropologis, James McKenna, Ph.D, menelurkan penelitian yang menyatakan bahwa tingkat SIDS lebih rendah di Negara di mana Tidur Bersama (Co. Sleeping) adalah umum. Orangtua yang menggunakan box bayi, dianggap egois, dan hanya mementingkan kebutuhan tidurnya sendiri. Kalau di Indonesia, mungkin alasan orang tua tidak menggunakan box bayi adalah rumahnya sempit, atau merasa sayang membeli box bayi yang mungkin hanya akan digunakan sebentar.
Nah, tentu saja hal ini kembali lagi kepada orang tua masing-masing. Hal yang harus diperhatikan tentu saja adalah keamanan dan kenyamanan si bayi. Kalau dia merasa nyaman di box bayi, tentu saja tidak ada salahnya membiarkan si kecil tidur sendiri. Kalau merasa sayang untuk membeli box bayi, merasa tidak akan terpakai lama, ada alternative sewa box bayi kok. Tidak usah pusing, tinggal klik www.sewaboxbayi.com saja, barang diantar dan dijemput untuk daerah Jakarta, masa pakai bisa diatur, dan tentunya hemat dibandingkan beli baru. Pilih sendiri box bayi yang kira kira sesuai dengan kebutuhan anda. Mau yang besar ada, mau yang kecil juga ada. Bisa dicek di produk sewa box bayi kami.
Jika si bayi merasa nyaman tidur bersama orangtua, biarkan saja si kecil tidur bersama. Walaupun nantinya, anak harus mulai dibiasakan tidur sendiri ketika sudah besar agar bisa tidur mandiri. Kapan besarnya? Tentu saja tiap anak berbeda beda. Kembali lagi kepada kebijakan orangtua dan kemauan sang anak. Yang harus diperhatikan tentu adalah keamanan si kecil. Tentu orang tua akan selalu memberikan yang terbaik untuk buah hati mereka. Dalam hal ini, tentu keamanan dan kenyamanan bayi mereka.
Nah, jadi tidur di box bayi atau Tidur Bersama (Co. Sleeping)? Jawabannya kembali kepada anda masing-masing. Semoga artikel ini memberi masukan yang bagus untuk pertimbangan moms and dads sekalian. Follow twitter kami @sewaboxbayi.com atau like facebook fanpage kami, facebook.com/sewaboxbayi untuk update artikel dan melihat perlengkapan bayi yang kami sewakan.






