
Penggunaan Box Bayi di Luar Negeri
Box bayi adalah salah satu properti bayi yang dibutuhkan. Meski tak harus wajib dimiliki, box bayi menjadi alternatif yang baik khususnya bagi Anda Bunda yang sangat sibuk dengan pekerjaannya. Penggunaan box bayi di luar negeri sendiri jumlahnya masih banyak. Hal ini karena dipengaruhi oleh beberapa faktor. Misalnya saja faktor kesehatan, khususnya kesehatan bagi si bayi.
Faktor kesehatan
Bayi yang tidur tersendiri di box bayi dan terpisah dari tempat tidur orang tuanya memiliki kualitas kesehatan yang jauh lebih baik. Mengapa? Karena tempat tidur orang dewasa lebih rentan dengan kuman atau kotoran yang mungkin mengontaminasi property-property orang dewasa yang berada di atas tempat tidur. Bandingkan dengan box bayi yang selalu dijaga kebersihan dan kesterilannya.
Manfaat lainnya dari penggunaan box bayi dilihat dari segi kesehatan adalah bayi akan aman dari gigitan nyamuk dan serangga. Box bayi yang dilengkapi dengan kelambu dapat mencegah nyamuk masuk ke area dalam box sehingga kulit bayi tidak akan tergigit oleh nyamuk. Box bayi seperti ini sangat direkomendasikan khususnya saat musim hujan seperti ini di mana populasi nyamuk meningkat tajam.
Faktor keselamatan
Faktor selanjutnya yaitu faktor keselamatan. Bayi yang tidur satu tempat tidur dengan kedua orang tuanya berisiko terhimpit oleh tubuh kedua orang tuanya. Tak hanya itu, bayi juga tidak leluasa saat tidur sehingga bayi akan merasa tidak nyaman. Akibatnya tidur bayi pun akan terganggu. Padahal kualitas dan kuantitas tidur bayi akan mempengaruhi kecerdasan bayi. Dari sisi kesehatan, nafas kedua orang tua yang tidur bersama dengan bayinya dapat mempengaruhi kualitas udara di sekitar tempat tidur sehingga akan berdampak kurang baik untuk si bayi.
Faktor kemandirian secara psikologis
Faktor kemandirian secara psikologis juga menjadi salah satu pertimbangan penggunaan box bayi oleh sebagian besar orang tua di luar negeri. Menurut para psikolog, seorang bayi yang terbiasa tidur sendiri sejak bayi (tidur sendiri di box bayi, misalnya) akan memiliki kemandirian secara psikis saat kanak-kanak nanti.
Namun tidak semua ibu di luar negeri memilih menggunakan box bayi sebagai tempat tidur buah hatinya. Mereka yang kurang setuju dengan penggunaan box bayi beralasan bahwa penggunaan box bayi dinilai kurang praktis karena dapat memakan tempat di ruang di mana box bayi tersebut ditempatkan. Alasan lainnya yaitu box bayi menghalangi ibu untuk menjangkau bayinya dengan mudah. Terlebih jika jarak antara box bayi dan kamar tidur orang tua terbilang cukup jauh. Ibu tidak dapat melakukan pengawasan secara langsung apabila bayi ditidurkan di dalam box bayi. Ibu juga akan membutuhkan tenaga dan waktu lebih ekstra untuk menjangkau bayi yang tidak berada di dekatnya.
Dari informasi di atas, dapat disimpulkan bahwa penggunaan box bayi di luar negeri masih relatif banyak. Jika dibandingkan, jumlah penggunaan box bayi di luar negeri lebih banyak bila dibandingkan dengan jumlah ibu yang tidak menggunakan box bayi. Beberapa faktor seperti faktor kesehatan, kenyamanan, dan faktor kemandirian masih diprioritaskan oleh sebagiab besar ibu di luar negeri. Nampaknya fakta ini jauh berbeda dengan fakta yang ada di Indonesia di mana sebagian besar ibu yang baru saja memiliki bayi lebih memilih untuk selalu dekat dengan dirinya.
Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda tergolong sebagai ibu yang setuju dengan penggunaan box bayi atau tidak setuju dengan penggunaan box bayi?






